TARAKAN – Video dugaan teror pocong yang sempat viral di media sosial beberapa waktu yang lalu tepatnya pada tanggal 14 Juni 2026 dan meresahkan warga Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat, akhirnya terungkap. Pemerintah Kelurahan Karang Rejo memastikan kejadian tersebut bukan aksi kriminal maupun teror yang terorganisir, melainkan ulah sejumlah remaja yang mengaku hanya bercanda.
Lurah Karang Rejo, Sugeng Utomo, menjelaskan bahwa pihak kelurahan mulai melakukan penelusuran setelah muncul laporan masyarakat dan beredarnya video di media sosial sekitar dua pekan lalu.
“Setelah menerima informasi yang viral di media sosial, kami langsung berkoordinasi dengan pihak keamanan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Ketua RT setempat untuk melakukan penyelidikan serta pemantauan di lapangan,” ujar Sugeng saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/6/26).
Menurutnya, lokasi yang disebut dalam video berada di wilayah RT 16 Kelurahan Karang Rejo. Selama beberapa hari, aparat kelurahan bersama unsur keamanan melakukan monitoring dan pengumpulan informasi dari masyarakat.
Hasil penelusuran tersebut akhirnya mengarah kepada sejumlah remaja yang diduga membuat dan menampilkan sosok menyerupai pocong dalam video yang beredar.
“Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui bahwa kejadian itu merupakan keisengan remaja. Tidak ada maksud lain selain bercanda dan tidak ditemukan indikasi tindakan yang mengarah pada tindak pidana,” katanya.
Sugeng mengungkapkan, pada Senin (22/6/2026), pihak kelurahan bersama aparat keamanan dan Ketua RT 16 menggelar mediasi di rumah Ketua RT setempat. Dalam pertemuan itu, para remaja yang terlibat mengakui perbuatannya dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi tindakan serupa.
“Karena tidak ditemukan kerugian material maupun korban, kami memilih langkah pembinaan melalui mediasi. Mereka telah membuat surat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, viralnya video tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terlebih karena sebelumnya muncul informasi serupa di sejumlah daerah lain, termasuk di Tanjung Selor.

Babinkamtibmas dan pihak kelurahan Karang Balik melakukan mediasi terhadap remaja yang melakukan teror pocong beberapa waktu lalu.
“Kami sempat menganggap kemungkinan ada keterkaitan dengan kejadian di daerah lain. Namun setelah dilakukan investigasi, ternyata tidak ada hubungan sama sekali,” ujarnya.
Sugeng juga menepis anggapan sebagian warga yang mengaitkan kejadian tersebut dengan beberapa insiden lain, seperti rumah yang dilempari batu. Menurutnya, hasil penyelidikan tidak menemukan hubungan antara peristiwa-peristiwa tersebut dengan video pocong yang viral.
Selain itu, pihak kelurahan memperoleh informasi bahwa unggahan video yang beredar di media sosial telah dihapus. Namun demikian, kelurahan tetap melakukan klarifikasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kelurahan atau aparat keamanan apabila menemukan hal-hal yang menimbulkan keresahan. Jangan langsung menyebarkan informasi di media sosial sebelum kebenarannya dipastikan,” tegasnya.
Pemerintah Kelurahan Karang Rejo berharap klarifikasi tersebut dapat mengakhiri keresahan warga dan mencegah munculnya spekulasi maupun informasi yang belum terverifikasi di tengah masyarakat.

