Tokoh Gereja Kaltara Imbau Natal Tanpa Euforia, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

by Redaksi Kaltara

TANJUNG SELOR, MK — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, para tokoh gereja di Kaltara mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan momentum akhir tahun secara hikmat, sederhana dan tanpa euforia berlebihan, sekaligus mendukung upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Kaltara, Desefentison William menegaskan, perayaan Nataru seharusnya menjadi momentum refleksi dan penguatan nilai kebersamaan, bukan perayaan yang berlebihan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Utara untuk merayakan Natal dan Tahun Baru secara hikmat, tidak berlebihan serta bersama-sama mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Desefentison kepada Metro Kaltara, Sabtu (20/12).

Ia menilai, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif selama perayaan akhir tahun.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai warga masyarakat,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Pastor Kepala Paroki Katedral Santa Maria Assumpta Tanjung Selor, Romo Markus Ngatun Suparno. Ia mengajak umat dan masyarakat luas untuk mengedepankan kesederhanaan serta menjaga suasana damai.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Utara untuk merayakan Natal dan Tahun Baru dengan penuh makna, tanpa euforia berlebihan, serta mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.

Menurutnya, perayaan Natal sejatinya menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kaltara.
“Dengan menjaga sikap saling menghormati dan kedamaian, kita turut menciptakan suasana perayaan yang aman dan nyaman bagi semua,” ungkapnya.

Imbauan para tokoh gereja ini sejalan dengan pelaksanaan Operasi Lilin Kayan 2025 yang digelar Polda Kaltara dan jajaran kepolisian di Bumi Benuanta dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru. Operasi tersebut memfokuskan pengamanan pada tempat ibadah, pusat keramaian, jalur lalu lintas serta objek vital.
Para tokoh agama berharap, sinergi antar aparat keamanan dan masyarakat dapat menjaga stabilitas daerah selama momentum Nataru.
“Jika kita rayakan dengan tertib dan penuh kesadaran, Natal dan Tahun Baru akan membawa damai, bukan persoalan,” pungkasnya. (Fy/red)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses