MALINAU, Metrokaltara.com – Sore itu di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Padai Restu, Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, suasana terasa berbeda. Tawa anak-anak pecah bersahut-sahutan, berpadu dengan suara lantang membaca dongeng. Di antara mereka, hadir sosok yang jarang mereka temui secara langsung: Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty.
Bagi sebagian orang, kunjungan itu mungkin sekadar agenda seremonial. Namun bagi anak-anak seperti Boni, siswi kelas 1 SDN 008 Malinau Utara, momen tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Dengan wajah polos dan mata berbinar, Boni mengaku bahagia bisa berdiri di depan, membaca dongeng bersama Bunda Literasi.
“Senang sekali, ini pertama kali saya lihat langsung ibu bupati. Tadi juga bisa maju membaca dongeng bersama,” ucapnya, tanpa ragu.
TBM Padai Restu memang bukan sekadar tempat membaca bagi Boni. Di sanalah ia menemukan dunia kecil yang penuh warna—rak-rak buku sederhana, teman-teman sebaya, dan ruang bermain yang membuat belajar terasa menyenangkan.
“Di sini banyak buku, banyak teman, dan bisa bermain bersama,” katanya singkat, namun sarat makna.
Kunjungan Ny. Maylenty seolah menjadi suntikan semangat baru. Bukan hanya karena kehadiran seorang figur penting daerah, tetapi karena perhatian yang terasa dekat dan nyata. Interaksi hangat, dongeng yang dibacakan bersama, hingga pembagian makanan ringan, menghadirkan kesan bahwa literasi bukan sekadar program, melainkan gerakan yang hidup di tengah masyarakat.
Boni bahkan menyimpan harapan sederhana—namun kuat—agar momen seperti itu tidak berhenti sampai di sini.
“Terima kasih untuk kue susunya. Semoga ibu bisa datang lagi ke TBM kami,” tuturnya penuh harap.
Di balik senyum dan harapan itu, tersirat pesan yang lebih besar. Bahwa upaya menumbuhkan minat baca tidak cukup hanya dengan buku dan fasilitas, tetapi juga kehadiran, perhatian, dan kedekatan.
Kunjungan Bunda Literasi ke TBM Padai Restu ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-54 PKK tingkat Kabupaten Malinau. Namun lebih dari itu, kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun karakter generasi muda melalui literasi sejak usia dini.
Dari sudut kecil di Respen Tubu, semangat itu tumbuh—pelan namun pasti. Dan dari suara lantang anak-anak membaca dongeng, masa depan Malinau sedang ditulis, halaman demi halaman. (rko)


