Mubes ke -VI PDL Resmi Ditutup

by Muhammad Reza

Yansen TP Dikukuhkan Kembali Sebagai Ketua Umum DPP PDL

Malinau – Dari hasil Musyawarah Besar (Mubes) ke – VI Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL) di Desa Wisata Pulau Sapi Kecamatan Mentarang. Dr. Yansen TP, M.Si kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDL periode 2019-2024.

Usai dikukuhkan, Yansen TP yang juga sebagai Bupati Malinau dalam sambutannya mengungkapkan, rasa syukurnya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pasalnya, dengan segala kasihnya sejauh ini, serangkaian acara mubes dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Termasuk pada momen acara pengukuhan dirinya dan sekaligus pengukuhan Lembaga Adat Lundayeh Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) periode 2019 – 2024 yang terpilih sebagai ketua Marli Kamis, SH.
“Ya, malam ini kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena kasihnya kita diberi kesempatan hadir di sini. Dan sekaligus menyaksikan serangkaian acara malam penutupan Mubes ke – VI PDL ini,’’ ungkap Yansen TP dihadapan masyarakat Lundayeh dan tamu undangan yang hadir.

Yansen TP juga menyampaikan apresiasi kepada segenap panitia. Sebab, buah dari kerja keras dan tenaga serta pikirannya acara yang luar biasa ini dapat terlaksana dengan baik. Dan akhirnya, sampai menghasilkan sebuah keputusan – keputusan baru yang tentunya akan berdampak baik bagi jalannya roda pemerintah di Bumi Intimung ini.

“Sungguh sangat luar biasa seluruh peserta di mubes kali ini. Antusiasnya tampak begitu tinggi. Artinya, ini menunjukkan suatu kekompakan untuk bergerak lebih maju kembali,’’ ujar Yansen TP

Lanjutnya juga, mengenai apa yang dihasilkan dalam mubes ini. Pihaknya meminta semua dapat menghormati tentang segala keputusan yang dihasilkan. Dan khusus kepada pengurus Lembaga Adat Lundayeh Kaltara. Pihaknya berharap mereka segera mensosialisasikan akan hasil dari mubes ini.
“Mulai dari keputusan adat perkawinan, hutan adat dan lain sebagainya. Itu patut disosialisasikan agar seluruh masyarakat tahu apa hasil besar dari mubes ini,’’ pintanya.

Ditambahkannya juga, dari mubes ini tentu sejatinya merupakan sebuah wahana dan sarana pembobotan dan penguatan pada kapasitas budaya Lundayeh. Sehingga Lundayeh dapat memiliki sebuah kapasitas di tengah bangsa dan negara ini. “Namun, tetap kita menghormati juga akan hukum negara ini,’’ Pungkasnya (red/hms)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: