Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan Picu Kemarahan Warga Tana Tidung, Aktivitas Warga dan Ibadah Terganggu

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali tanpa pemberitahuan resmi dari pihak PLN memicu kemarahan masyarakat Kabupaten Tana Tidung. Hampir sebulan terakhir, warga dipaksa menghadapi listrik yang padam secara tiba-tiba, bahkan dalam satu hari bisa terjadi hingga dua sampai tiga kali pemadaman.

Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan kerugian nyata. Banyak peralatan elektronik milik warga dilaporkan rusak akibat arus listrik yang tidak stabil. Ironisnya, pemadaman kerap terjadi tanpa informasi sebelumnya, sehingga masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk mengamankan perangkat elektronik mereka.

Gelombang keluhan pun meluas. Media sosial, terutama Facebook, dipenuhi unggahan kekecewaan warga yang mempertanyakan kualitas pelayanan PLN di Tana Tidung. Warga menilai pemadaman dilakukan secara sepihak dan terkesan mengabaikan kepentingan masyarakat.

Yunus, warga Tideng Pale Timur, mengaku kesabarannya telah habis karena pemadaman yang terjadi hampir setiap hari.

Akibat listrik padam semua aktifitas dagangan jadi gelap gulita

“Listrik bisa mati dua kali sehari tanpa pemberitahuan. Ini sangat merugikan. PLN seperti seenaknya mematikan listrik,” tegasnya, Selasa (13/1/2026) malam.

Dampak pemadaman juga merambah kegiatan keagamaan. Agung, salah satu jemaah yang mengikuti Tabligh Akbar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, menyayangkan pemadaman yang terjadi di tengah acara.

“Acara ibadah yang seharusnya khidmat justru terganggu. Tiba-tiba listrik mati, jamaah gelap-gelapan. Ini sangat disayangkan,” ujarnya.

Sektor usaha kecil pun ikut terpukul. Fani, seorang pedagang, mengaku khawatir peralatan usahanya rusak akibat listrik yang mati-hidup berulang kali. Ia menyebut kondisi ini seperti kembali ke masa ketika listrik di Tana Tidung hanya menyala beberapa jam sehari.

“Dalam sehari bisa tiga kali mati. Ini perlahan merusak barang elektronik. Begitu listrik mati, toko terpaksa tutup. Siapa yang tanggung jawab?” keluhnya.

Pantauan Metrokaltara.com menunjukkan pemadaman dan penurunan daya listrik memang kerap terjadi hampir setiap hari. Ketidakstabilan pasokan ini berdampak langsung pada aktivitas warga, usaha mikro, hingga kegiatan sosial dan keagamaan.

Masyarakat menilai PLN gagal menjalankan kewajiban dasar dalam memberikan pelayanan yang layak dan transparan. Seharusnya, setiap pemadaman disertai pemberitahuan dan penjelasan resmi kepada publik, bukan dilakukan secara mendadak yang berujung pada kerugian masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pemadaman berulang tersebut. Warga pun mendesak adanya kejelasan, perbaikan layanan, serta tanggung jawab atas kerugian yang dialami akibat pemadaman listrik yang dinilai semakin tidak terkendali. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses