TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Senyum lega kini terlihat di wajah para pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat, yang melintasi ruas jalan dari Simpang Kilometer Delapan menuju Desa Seputuk. Jalur yang selama ini dikenal sebagai jalan alternatif tercepat menuju Kabupaten Malinau itu, kini berubah drastis: lebih mulus, lebih aman, dan jauh lebih nyaman.
Aspal hitam hotmix sudah membentang di sebagian besar badan jalan. Meski masih terdapat beberapa segmen yang berupa agregat, kondisi tersebut sudah cukup membuat para pengendara merasa bersyukur.
Debu dan kerikil yang tersisa tak lagi sebanding dengan kenangan pahit akan kubangan lumpur dan lubang besar yang dulu kerap menghadang.
Aldi, seorang sopir travel asal Tanjung Selor, tak bisa menyembunyikan rasa puasnya saat kembali melintas di jalan tersebut. Ia mengingat betul bagaimana dulu jalur ini menjadi momok bagi para pengemudi.
“Dulu waktu saya lewat sini, jalannya berlubang, tanah semua, bahkan banyak kubangan. Sekarang sudah beda, sebagian besar sudah diaspal dan yang belum juga sudah diagregat. Saya apresiasi pemerintah Tana Tidung, bupatinya peka dengan kondisi jalan,” ujar Aldi sambil tetap memegang kemudi.
Apresiasi serupa juga datang dari Dian, pengguna sepeda motor yang cukup sering melewati jalur tersebut. Baginya, perubahan kondisi jalan ini bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga soal keselamatan.
“Dulu kalau hujan pasti banjir, kubangan di mana-mana, motor sering mogok. Sekarang jalannya sudah mulus. Walaupun masih agregat di beberapa titik dan kadang berdebu, tapi kami pengguna motor sudah sangat bersyukur. Saya yakin tidak lama lagi pasti semua diaspal,” ungkap Dian optimistis.
Pantauan media Metro Kaltara yang turut melintasi jalan Seputuk menuju Kabupaten Malinau menunjukkan bahwa perbaikan infrastruktur ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Bahkan, dari kawasan Gunung Menangis yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, saat ini juga tengah berlangsung pekerjaan pengaspalan.
Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah. Jalan-jalan yang menjadi kewenangan provinsi dikerjakan oleh provinsi, sementara Pemkab Tana Tidung pun tak tinggal diam dengan menggenjot pengaspalan dan agregat pada ruas jalan kabupaten.
Sejak tahun 2025 lalu, jalan Desa Seputuk mulai dari Simpang Kilometer Delapan telah dilakukan pengaspalan secara bertahap. Meski belum seluruhnya tertutup aspal, Pemkab Tana Tidung telah memastikan seluruh badan jalan hingga depan pintu masuk Desa Seputuk dilakukan pengerasan agregat.
Kini, hampir seluruh ruas jalan yang mengarah ke Malinau dari Simpang Kilometer Delapan, Desa Gunawan, sudah teraspal, sementara sisanya dalam kondisi agregat yang layak dilalui.
Pemerintah Kabupaten Tana Tidung pun menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pengaspalan di seluruh ruas jalan juga jalan akses desa bebatu yang saat ini pun akan mendapat penanganan serius di tahun 2026 ini bahkan jalan jalan yang masih tersisa.
Bagi masyarakat dan para pengguna jalan, perubahan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bukti nyata hadirnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar mobilitas warga. Jalan yang dulu penuh cerita keluhan, kini perlahan berubah menjadi jalur harapan menuju aktivitas ekonomi dan konektivitas yang lebih baik. (rko)

