TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, menghadiri jamuan makan malam Welcome Dinner Cross Regional Blue Economy Initiative Kaltara–Sabah yang berlangsung di Aula Gubernur Kalimantan Utara, Selasa (7/4/2026) malam.
Kegiatan ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan lintas wilayah, termasuk delegasi dari Negeri Sabah, Malaysia.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Delegasi Negeri Sabah bersama rombongan, Konsul Jenderal RI di Kota Kinabalu, serta para bupati dan wali kota se-Kalimantan Utara, didampingi jajaran pejabat daerah dan tamu undangan lainnya.
Kehadiran Sabri mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dalam mendukung inisiatif pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi biru. Mengusung tema “Protect Mangrove and Peatlands – Develop Blue Carbon Project – Support Eco-Livelihoods – Strengthen Regional Partnership”, kegiatan ini menitikberatkan pada perlindungan ekosistem pesisir sekaligus penguatan kerja sama regional.
Dalam suasana hangat penuh nuansa diplomasi, Sabri tampak aktif menjalin komunikasi dengan para delegasi dan undangan. Percakapan yang terjalin tidak sekadar formalitas, melainkan upaya mempererat silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi konkret dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang , dalam sambutannya menegaskan pentingnya memperkuat kawasan perbatasan sebagai pintu gerbang kerja sama internasional. Ia menyoroti urgensi peningkatan konektivitas wilayah, khususnya melalui usulan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di kawasan Semenggaris yang terhubung langsung dengan Sabah.
“Kerja sama ini adalah langkah nyata dalam mengelola potensi pesisir dan laut secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi strategis Kaltara sebagai wilayah perbatasan,” tegasnya.
Acara yang diawali dengan doa dan tarian pembuka tersebut juga diisi dengan sambutan dari Ketua Delegasi Negeri Sabah, serta paparan ilmiah dari selaku Co-Chair United Nations Sustainable Development Solutions Network (SDSN) Indonesia. Dalam paparannya, ia menekankan urgensi pengembangan proyek karbon biru sebagai solusi berbasis alam untuk menghadapi perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi penyerahan cinderamata kepada delegasi Sabah dan perwakilan perusahaan yang terlibat, yakni , PT Global Eco Rescue Lestari, PT Enggang Kaltara Lestari dan PT Benuanta Kaltara Jaya. Suasana semakin cair saat para tamu undangan mempersembahkan lagu, menciptakan kehangatan yang mempererat hubungan lintas negara.
Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal memperkuat kolaborasi regional menuju pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan dan berdaya saing global. (rko)



