TARAKAN – Walikota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, menyampaikan harapannya agar Kerukunan Perantau Masyarakat Bone (KPM Bone) dan Ikatan Wanita Keluarga Bone (IWK Bone) Kota Tarakan dapat menjadi perekat persatuan, tidak hanya bagi masyarakat Bone, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kota Tarakan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tarakan dalam sambutannya pada kegiatan pelantikan pengurus KPM Bone dan IWK Bone Kota Tarakan periode 2026–2031. Atas nama Pemerintah Kota Tarakan dan masyarakat Tarakan, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik.
“Kami berharap kerukunan ini menjadi alat pemersatu. Tidak hanya untuk internal masyarakat Bone, tetapi juga menjadi lokomotif persatuan dan kesatuan bagi seluruh masyarakat Kota Tarakan,” ujar Khairul dalam sambutannya, Sabtu (14/2/26).
Ia juga berharap rapat kerja yang dilaksanakan setelah pelantikan mampu melahirkan program-program yang tidak hanya bermanfaat bagi warga Bone, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Tarakan secara luas serta mendukung program Pemerintah Kota Tarakan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
“Program yang dihasilkan diharapkan bisa membantu masyarakat secara menyeluruh dan mendukung pembangunan daerah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tarakan juga menyinggung pemanfaatan Baloy Adat Tidung sebagai ruang bersama bagi seluruh masyarakat. Ia menegaskan bahwa balai adat tersebut terbuka untuk berbagai kegiatan lintas suku dan budaya, dengan tetap menghormati adat istiadat setempat.
Menurutnya, pemanfaatan Baloy Adat Tidung oleh berbagai elemen masyarakat merupakan wujud nyata semangat kebersamaan dan toleransi, sejalan dengan prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.
“Balai adat ini terbuka untuk semua masyarakat Tarakan. Namun tentu harus tetap menghormati adat dan mekanisme yang berlaku. Ini bagian dari upaya kita untuk terus memperkuat persatuan di tengah keberagaman,” pungkasnya.
Wali Kota Tarakan juga menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi kemasyarakatan dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, keberadaan organisasi kekerabatan seperti Kerukunan Perantau Masyarakat Bone dan Ikatan Wanita Keluarga Bone memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi, solidaritas, serta semangat gotong royong di lingkungan sosial.

