Asikkk!!! Kepiting Bertelur Bisa di Expor Lagi

by Muhammad Aras

ilustrasi

Tarakan, MK – Kabar baik bagi pengusaha kepiting yang ada di Kota Tarakan sebab Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ā RI telah menerbitkanĀ  Peraturan Mentri (Permen) No 56/KP/2016 tentang perizinan menjual atau mengekspor kepting khususnya kepeting bertelur.

Hal tersebut disampaikan KepalaĀ  Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan, Sab Lestiawan bahwa kebijakan tersebut dikeluarkan mengingat permintaan kepiting setiap awal tahun selalu meningkat terutama saat perayaan hari imlek.

ā€œJadi mulai 15 Desember sampai 5 Februari kita masih bisa kirim, kalau ekspor kepiting bertelur silahkan saja itu tidak ada larangan tapi kalau nanti sudah mulai tanggal 6 baru kena ketentuan yang diperbolehkan hanya kepiting tidak bertelurā€ ujarnya kepada Metro Kaltara, Kamis (05/12)

Ia menambahkan dengan adanya kebijakan dari KKP para pengusaha bisa memamfaatkan waktu yang diberikan oleh pemerintah mengingat kebijakan tersebut hanya bersifat sementara. Selain itu, lambatnya Permen tersebut dikeluarkan lantara harus melalui persetujuan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

ā€œJadi dari KKP mengeluarkan permen itu, Ā dikirim ke Kemenkumham baru disana di Undangkan sehingga baru keluar sekarang ini. Kita sudah sosilisasikan ke pengusaha kepiting, khususnya ke Asoiasi Pengusaha KepitingĀ  beberapa hari yang laluā€ ungkapnya

Sementara itu Direktur CV Globalindo Sea Expor kepiting bakau, Supriadi mengapresiasi peraturan tersebut. Disamping itu, ia juga meminta kepada tim survey dari Kementrian agar melakukan survey langsung khususnya didaerah yang potensi kepiting bakau.

ā€œKami berharap 2 minggu ini tim dari kementrian turun langsung ke lapangan melakukan survei untuk kelanjutan apakah diperpanjang atau hanya sampai lima februari. Harga kepiting di Tarakan 150 ribu per kilo, bahkan bisa sampai 300 ribu per klio imbas dari imlekā€ bebernya (ars)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: