Buka Pelatihan dan Lomba Menulis, Bupati Ingin Peserta Buat Sejarah di Malinau

by Muhammad Reza

Malinau – Ada sebuah sejarah yang sedang dimulai di Malinau. Sejarah ini menjadi cerita yang menggoreskan perjalan dari para peserta bapak, ibu serta adik-adik semua. Demikian disampaikan Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dalam pembukaan pelatihan dan lomba menulis yang dilaksanakan di Bangabak Kuala Lapang, pada Jum’at (10/01).

“Dalam pertemuan ini akan terjadi interaksi antar kita. Jadi di tempat ini tidak ada yang namanya pejabat, tidak ada yang namanya berpangkat, semua yang ada disini adalah peserta pelatihan menulis. Jadi hari ini kita latihan menulis, kalau lomba itu nanti. Karena kita harus tahu dulu menulis, dan lombanya itu hanya sebuah momen saja,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini Dr. Yansen ingin agar semua peserta bisa menjadi diri sendiri karena menulis ini tidak membuat seseorang menjadi orang lain.

“Menulis ini menjadi diri kita, karena diri kita inilah sesungguhnya sebuah buku besar saat kita mampu membangun sebuah gagasan yang tersimpan dalam diri kita. Apapun yang kita pikirkan itu yang kita tulis,” ujarnya.

Pelatihan dan lomba menulis ini kata Dr. Yansen bisa saja menjadi sebuah sejarah di Indonesia bahkan dunia jika semua peserta mampu membuat sebuah tulisan paling tidak 3000 kata bahkan diharapkan lebih.

“Jika berhasil menulis seperti itu dan kita kumpul jadikan sebuah buku maka hal itu bisa masuk dalam rekor Muri bahkan dunia karena tidak ada buku yang ditulis oleh beranekaragam orang yang begitu banyak, ada siswa, mahasiswa, dosen, para pejabat dan yang dibahas adalah tentang perspektif pembangunan Malinau,” ungkapnya.

Adapun jika tulisan yang ditulis dinilai oleh para tokoh pemateri yang kemudian tidak dimasukkan dalam sebuah buku, maka para peserta diharapkan untuk tidak cepat berkecil hati, tetaplah berusaha dan semangat.

“Karena memang penilaian penulisan ini harus mengandung sebuah gagasan yang kreatif serta memiliki narasi-narasi yang bisa dipahami oleh para pembaca. Selain itu juga dalam tulisan harus ada actionnya, tidak hanya fiksi atau khayalan tetapi sesuatu yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Kemudian Dr. Yansen juga mengharapkan agar para peserta untuk jangan takut jika merasa ada kesalahan dalam bahasa penulisan karena akan dibantu oleh para editor penulis.

“Jangan takut salah, kalaupun merasa ada bahasanya yang salah atau kurang nanti akan ada editor yang akan mengatur, menyempurnakan tulisan kita. Untuk itu mari kita bertekad melakukan sebuah sejarah untuk Malinau dan membangun kapasitas Malinau ini melalui pikiran-pikiran kreatif kita semua,” tuturnya. (Red/Diskominfo)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: