HUT ke-26 PDAM Tirta Alam Tarakan, Dirut Iwan Setiawan Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Percepatan Embung Sungai Maya

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum PDAM Tirta Alam Tarakan memasuki usia ke-26 tahun. Momentum peringatan hari jadi tersebut ditandai dengan kegiatan syukuran yang digelar di halaman Kantor Perumda PDAM Tirta Alam Tarakan, Sabtu (3/1/2026) malam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri masyarakat Tarakan, Wali Kota Tarakan selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) dr. Khairul, M.Kes, Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is, Ketua DPRD Kota Tarakan Muhammad Yunus, Wakil Ketua DPRD Herman Hamid, jajaran dewan pengawas PDAM, serta perwakilan pimpinan perbankan di Kota Tarakan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, menegaskan komitmen perusahaan daerah untuk terus meningkatkan pelayanan air bersih seiring dengan pesatnya pertumbuhan Kota Tarakan dan bertambahnya jumlah penduduk.

Moment foto bersama para tamu undangan yang hadir dalam kegiatan syukuran HUT PDAM Tirta Alam Tarakan yang ke 26.

Menurut Iwan, peningkatan pelayanan menjadi harapan utama Wali Kota Tarakan, yang mencakup perluasan jaringan distribusi, keterjangkauan layanan, serta peningkatan kualitas air bersih bagi masyarakat.

“Harapan kita, pelayanan terus ditingkatkan sesuai arahan Pak Wali Kota. Kota terus berkembang, penduduk juga bertambah, sehingga jaringan pelayanan air bersih harus terus ditingkatkan,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, selain aspek pelayanan, keterjangkauan dan kualitas air bersih juga menjadi perhatian utama. Pemerintah Kota Tarakan berharap wilayah-wilayah yang hingga kini belum terlayani air bersih secara optimal dapat segera ditangani.

“Daerah-daerah yang belum terjangkau, itu harapan Pak Wali Kota agar segera dieksekusi,” katanya.

Terkait rencana pembangunan embung, Iwan menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS). PDAM Tirta Alam Tarakan akan menindaklanjuti kebijakan pusat tersebut pada tahap pelaksanaan.

“Kalau embung itu ranahnya pemerintah pusat, ranahnya BWS. Kita tinggal mengeksekusi dari pusat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pembangunan embung menjadi sangat penting seiring dengan rencana pengembangan kota baru mandiri di kawasan Juwata. Menurutnya, embung harus segera direalisasikan untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih di wilayah tersebut.

“Target kami, idealnya pada tahun 2027 sudah ada embung baru. Seiring dengan pembangunan kota baru mandiri di Juwata, kebutuhan air di sana akan meningkat,” ungkapnya.

Saat ini, kapasitas produksi air bersih di kawasan Juwata dan Bengawan baru mencapai sekitar 50 liter per detik, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 250 liter per detik. Tanpa penambahan sumber air baku, dikhawatirkan akan terjadi kekurangan pasokan air bersih.

Iwan juga memaparkan rencana pembangunan Embung Sungai Maya yang diperkirakan memiliki luas minimal sekitar 10 hektare dengan daya tampung mencapai 150 ribu meter kubik air. Dengan adanya aliran air yang terus mengalir sekitar 250 liter per detik, embung tersebut dinilai berpotensi meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus menambah jumlah pelanggan PDAM Tirta Alam Tarakan.

“Respon dari pemerintah pusat sejauh ini sangat baik. Insya Allah bisa direalisasikan oleh BWS. Kita lihat nanti realisasinya,” pungkasnya.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses