TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, menyoroti persoalan banjir dan kondisi infrastruktur di Pasar Gusher saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) menjelang Perayaan Imlek serta menyambut Bulan Ramadan 1447 Hijriah. Sekaligus menjawab keluhan pedagang yang ramai disampaikan melalui media sosial.
Dalam keterangannya kepada awak media, dr. Khairul mengatakan persoalan yang terjadi di Pasar Gusher merupakan dilema yang cukup kompleks. Hal ini disebabkan status pengelolaan pasar yang hingga tahun 2031 berada di bawah kewenangan pihak swasta, yakni PT Gusher.
“Banjir ini memang dilema Pasar Gusher. Karena secara pengelolaan, hak pengelolaannya sampai 2031 itu dikelola oleh PT Gusher,” ujar dr. Khairul, Rabu (11/2/26).
Ia menjelaskan, meskipun terdapat beberapa lapak yang merupakan aset pemerintah daerah, jumlahnya relatif sedikit dan tersebar di beberapa titik. Sementara itu, pengelolaan retribusi serta pendapatan pasar sepenuhnya berada di tangan pihak pengelola.
“Uangnya diambil oleh Pasar Gusher, oleh PT Gusher, tapi tidak mau memperbaiki infrastruktur. Ini menurut saya agak kacau,” tegasnya.
Menurut Wali Kota, perbaikan infrastruktur pasar sangat penting demi kenyamanan pedagang dan pembeli. Dengan kondisi pasar yang layak, aktivitas jual beli diharapkan dapat berjalan lebih baik dan berdampak pada peningkatan pendapatan para pedagang.
“Mestinya supaya orang enak belanja, pedagang juga enak, pembeli juga enak. Kalau begitu, tentu akan meningkatkan pendapatan. Harapan kita pengelola memperbaiki infrastruktur ini,” jelasnya.
Dr. Khairul menyebutkan sejumlah keluhan pedagang yang ditemui di lapangan, di antaranya atap pasar yang bocor serta genangan air saat hujan. Untuk persoalan drainase dan kebersihan, Pemerintah Kota Tarakan membuka peluang untuk membantu melalui kegiatan pembersihan saluran air dan gotong royong.
“Kalau soal drainase mungkin dari pemda bisa membantu, seperti pembersihan. Tapi untuk pembangunan dan perbaikan atap yang sudah bocor, itu menjadi tanggung jawab pengelola,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tarakan berencana memanggil pihak pengelola Pasar Gusher untuk membahas solusi terbaik terkait permasalahan tersebut, termasuk langkah perbaikan infrastruktur ke depan.
“Kita akan diskusikan supaya ada jalan keluarnya. Nanti pengelola akan kita ingatkan agar melakukan perbaikan,” pungkasnya.

