Upssss, Pelabuhan Tengkayu II Sering Jadi Tempat Transaksi Sabu

by Setiadi
Suasana penumpang di Pelabuhan Tengkayu II Kota Tarakan.

Suasana penumpang di Pelabuhan Tengkayu II Kota Tarakan.

Tarakan, MK ā€“ Pelabuhan Tengkayu II yang harusnya menjadi tempat dermaga penyeberangan ke sejumlah wilayah Kaltara, kini malah dimanfaatkan sejumlah oknum untuk melakukan transaksi jual-beli sabu-sabu.

Terbukti Ditpolair Polda Kaltim berhasil mengamankan warga RT 14, Kelurahan Karang Rejo bernama Syamsudin (35) ingin menjual barang haram tersebut, Rabu (20/01) sekitar pukul 02.30 Wita di Pelabuhan Tengkayu II.

Penangkapan Syamsudin berdasarkan hasil laporan masyarakat yang mengetahui bila Pelabuhan Tengkayu II sering dijadikan ajang transaksi narkoba.

ā€œSaat dilakukan pengintaian oleh enam personil kami mendapati salah seseorang dengan gelagat mencurigakan, yang tidak lain adalah Syamsudin,ā€ ujar Kasubdit Gakum Ditpolair Polda Kaltim AKBP Erlan Munaji kepada Metro Kaltara, belum lama ini.

Dari tangan Syamsudin ditemukan sabu-sabu dengan berat 39 gram yang disembunyikannya di dalam celana dalam. Menurut keterangan tersangka, sabu diperolehnya dari seseorang yang diambilnya dari samping Lapas Kelas II A Kota Tarakan.

Syamsudin mengakui rencananya sabu-sabu itu akan dijual kembali kepada orang lain. ā€œSebelumnya Syamsudin dengan salah seorang pembeli sudah berjanji untuk bertemu di pelabuhan. Tetapi, saat itu, takut Syamsudin kabur maka personil kami langsung mengamankannya,ā€ tegasnya.

Selain mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu dengan berat 39 gram, Personil Ditpolair juga berhasil menemukan Ā uang tunai Rp 477.000 dan satu unit handphone.

ā€œUntuk saat ini, kasus peredaran sabu tersebut masih akan dikembangkan. Selain itu kami juga masih mencari tahu sejauh mana keterlibatan Syamsudin. Apakah hanya sebagai kurir atau memang sebagai bandar,ā€ tegasnya. (id/sti)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: